www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Saturday, 17 August 2019
Anjing lokal

Lima Bulan 274 Kasus Rabies di Lembata

Senin, 14 Juli 2014

LEWOLEBA —¬†Data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, hanya dalam lima bulan, yakni Januari – Mei 2014, ada 274 kasus gigitan anjing di daerah tersebut.

Dari jumlah kasus itu, 269 pasien diberi vaksin anti rabies (VAR) dan dari jumlah itu, 11 di antaranya positip rabies.

Menurut Geril Noning, data itu menggambarkan bahwa Kabupaten Lembata masih  merupakan daerah endemis rabies. Karena itu, ketika ada warga yang meninggal dunia karena rabies, kasus kematian itu harus menjadi pegangan untuk menyatakan Lembata KLB anjing rabies.

“Memang dalam dunia kesehatan, satu korban meninggal dunia saja, itu sudah harus dinyatakan KLB (kejadian luar biasa). Sama halnya dengan kasus yang terjadi saat ini. Tapi untuk korban yang meninggal dunia di RSU Kupang itu, belum bisa dipastikan apakah akibat rabies atau tidak. Untuk memastikan harus melalui otopsi,” ujarnya.

Ketika ditanya, bukankah sampel otak anjing juga sampai sekarang tidak diperiksa, Geril membenarkannya. Ia menyebutkan, sesuai tugas pokok dan fungsi, pihaknya hanya mengurus kesehatan semata. Sedangkan urusan lain, bukan kewenangan Dinas Kesehatan Lembata.

Selama ini, katanya, sosialisasi tentang rabies selalu dilakukan. Sedangkan hal lainnya, merupakan tugas instansi yang membidangi peternakan. Bahkan, Tim Rabies Centre juga diharapkan melaksanakan tugas untuk memerangi rabies di Lembata.

Sumber: tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Lima Bulan 274 Kasus Rabies di Lembata

by Vana time to read: 1 min
0