Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Sunday, 22 October 2017
70 Ekor Ayam Diserang Avian Influenza
Ilustrasi flu burung (Dok/JIBI/Solopos)

70 Ekor Ayam Diserang Avian Influenza

Selasa, 25 Februari 2014

Solopos.com, WONOGIRI–Sedikitnya 70 ekor ayam kampung di dua lokasi berbeda mati mendadak dalam kurun waktu tiga hari terkahir. Kematian ayam kampung tersebut lantaran penularan virus H5N1 atau flu burung.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Senin (24/2) menyebutkan penularan virus flu burung terjadi di dua lokasi yakni di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Eromoko dan Kampung Banaran, Kelurahan Wonoboyo. Sebanyak 58 ekor ayam kampung di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Eromoko diketahui mati mendadak pada Jumat (21/2) lalu. Sementara jumlah ayam kampung yang mati mendadak di Kampung Banaran, Kelurahan Wonokarto sebanyak 16 ekor.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakperla) Wonogiri, Sirip Surono, mengatakan jumlah populasi ayam kampung di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Eromoko sebanyak 131 ekor dari delapan peternak ayam. Sedangkan jumlah populasi ayam kampung di Kelurahan Wonokarto sebanyak 18 ekor.

“Total ayam kampung yang terserang flu burung selama tiga hari terkahir sekitar 70 ekor,” katanya saat dihubungi Solopos.com. Petugas dari Disnakperla langsung menuju lokasi untuk menyelidiki penyebab kematian ayam kampung. Hasilnya, puluhan ayam kampung tersebut mati mendadak lantaran positif tertular virus H5N1. Selanjutnya, petugas langsung melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh kandang ayam.

Tak hanya itu, pemilik ternak diminta mengosongkan kandang ayam. “Petugas langsung menyemprotkan obat disinfektan di setiap kandang, kami mengisolasi agar virus flu burung tak menular ke unggas lainnya,” ujarnya. Menurut dia, ayam kampung tersebut hanya menjadi hewan peliharaan warga setempat. Sehingga jumlah populasi ayam kampung tak begitu banyak. Berbeda dengan peternakan ayam yang mempunyai populasi ayam hingga ribuan ekor.

Pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan di setiap kecamatan untuk mengantisipasi penyebaran virus flu burung. “Stok disinfektan masih cukup, petugas langsung melakukan penyemprotan bila ada laporan mengenai penularan flu burung.”

Sementara Lurah Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri, Joko Prasetyo, meminta agar pemilik unggas diwilayahnya segera melaporkan ke pemerintah kelurahan atau instansi terkait bila mengetahui ternaknya mati secara mendadak. Sehingga langsung ditindaklanjuti dengan penyemprotan disinfektan ke setiap kandang.