Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Saturday, 24 June 2017

Rabies

Senin, 24 Februari 2014

II. Etiologi

Agen Penyebab

Rabies disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus (dari bahasa Yunani Lyssa, yang berarti mengamuk atau kemarahan) family Rahbdoviridae (dar bahasa Yunani, Rhabdos, yang berarti batang). Virus ini mendekati virus species Vesicular stomatitis Virus (VSV) dari genus Vesiculovirus. Keduanya memiliki persamaan morfologi, sturktur kimia dan siklus hidup yang mirip (Wunner, 2002).

Klasifikasi

  • Order: Mononegavirales
  • Famili: Rhabdoviridae
  • Genus: Lyssavirus
  • Spesies: Rhabdovirus (Virus Rabies)
Sifat Agen

Struktur Agen

Sturktur virus Rabies mirip dengan family Rhabdoviridae yang lain yaitu berbentuk batang seperti peluru (seperti Rhabdoviridae yang lain)dengan ukuran rata-rata 180 nm panjang 75 nm lebar dengan ukuran ukuran spike 10 nm. Virus ini terdiri dari RNA (2-3%), protein (67-74%), lemak (20-26%) dan karbohidrat (3%) yang menyatu menjadi strukutur utama virus ini (Wunner, 2002).

Struktur dasar dari Lyssavirus dapat dilihat pada gambar dibawah ini


Virus Rabies Penampang Memanjang


Virus Rabies Penampang Melintang
Sumber: (Division of Viral and Rickettsial Diseases, 2010)

Protein penyusun sturuktur pada virus Rabiespada utamanya disusun oleh 5 protein:, yaitu :Nucleoprtein (N), Phosphoprotein (P), Matrix Protein (M), Glycoprotein (G) dan Polymerase (L). Semua virus family Rhabdoviridae (termasuk species Lyssavirus) mempunyai dua komponen utama yaitu inti dari rantai heliks (ribonucleoprotein core (RNP)), dan Amplop yang menutupinya. Didalam RNP, genom RNA diselimuti oleh Nucleoprotein (N) sedangkan untuk protein penyusun struktur virus lain seperti, Phosphoprotein (P) and polymerase (L) merupakan salah satu komponen penyusun yang berhubungan dengan RNP. Glycoprotein (G) merupakan protein penyusun permukaan virus yang berbentuk “spike” atau duri (berjumlah kurang lebih 400 duri) dari virus ini sedangkan M protein (M) bertanggung jawab sebagai struktur penyusun Amplop dan membungkus RNP. Pada bagian tengah struktur tersebut terdapat genom dari virus yang berupa protein RNA yang berbentuk helix yang tunggal, tidak bersegmen dan mempunyai polaritas yang negatif (Wunner, 2002). Karakter yang menonjol dari Rhabdovirus ini merupakan virus yang bersusun luas dengan rentang inang yang lebar. Virus ini merupakan jenis virus uang mematikan. Kapsid melindungi genom dan juga memberikan bentuk pada virus.

Sikus Hidup dan Replikasi

Genom Lyssavirus merupakai rantai tunggal, antisense, tidak bersegmen, mempunyai RNA dengan ukuran 12 kb. Berdasarkan hasil squence Genom Lyssavirus terdiri dari 50 nucleotida diikuti oleh gen untuk protein N, P, M, G dan L.

Genom virus Rabies

Sumber: (Division of Viral and Rickettsial Diseases, 2010)

Genom Lyssavirus merupakai rantai tunggal, antisense, tidak bersegmen, mempunyai RNA dengan ukuran 12 kb. Berdasarkan hasil squence Genom Lyssavirus terdiri dari 50 nucleotida diikuti oleh gen untuk protein N, P, M, G dan L. Replikasi dari Lyssavirus diawali oleh menempelnya bagian struktur amplon dari virus kedalam mebran sel dari inang. Proses ini dikenal dengan sebutan adsorpsi. Proses ini merupakan hasil dari interaksi protein G dan permukaan sel inang yang spesifik (Division of Viral and Rickettsial Diseases, 2010). Setelah proses adsorpsi, kemudian melakukan proses penetrasi kedalam sel inang dan masuk ke dalam sitoplasma sel dengan pinocytosis (via clathrin-coated pits). Virion kemudian berkumpul atau masuk kedalam vesikel cytoplasmic. Viral membran kemudian masuk kedalam membran endosome yang kemudian dikuti oleh lepasnya RNP kedalam sitoplasma. Virus rabies kemudian akan membuat mRNA untuk menjalankan proses replikasinya dengan menggunakan genom dengan mepengaruhi atau menyisipkan dengan proses dalam sel inang dan menginfeksi sel yang lain (Division of Viral and Rickettsial Diseases, 2010).

Siklus Hidup Virus Rabies di dalam Sel Inang

Sumber : (Division of Viral and Rickettsial Diseases, 2010)

Berikut adalah siklus hidup dari virus Rabies : 1: Adsorpsi (receptors dan virion berinterkasi). 2: Penetrasi (masuknya virus ke dlaam sel inang). 3: Uncoating (pengilangan bagian amplop virus). 4. Transkripsi (sintesis mRNAs). 5. Translasi (Sintesis dari struktur protein). 6. Prosesing (G-protein gycosylation). 7. Replikasi (produksi genom RNA dari intermediate strand). 8. Assembly. 9: Budding (keluar virus complete dari sel inang) (Division of Viral and Rickettsial Diseases, 2010).