Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Wednesday, 28 June 2017

Malignant Catarrhal Fever (MCF)

Minggu, 23 Februari 2014

Pencegahan, Pengendalian Dan Pemberantasan

Pencegahan

Di Indonesia, sapi Bali sangat peka terhadap terhadap infeksi virus MCF. Penyakit ini tidak menular dari sapi ke sapi, tetapi virus penyebabnya ditularkan dari domba (biri-biri) yang bertindak sebagai pembawa virus, tanpa menderita sakit. Gejala sebelum kematian tidak tampak sama sekali. Yang dapat dilakukan cukup sederhana yaitu sapi Bali jangan digabungkan dengan domba dalam satu kawasan (Khalisuddin, 2008). Domba dan kambing yang bersifat pembawa harus dipisahkan dari sapi terutama selama periode melahirkan. Sampai saat ini belum tersedia vaksin yang dapat mencegah penyakit ini namun secara eksperimental sapi dapat menunjukan proteksinya dari inokulasi yang diberikan.

Pengendalian

Pengendalian MCF saat ini bergantung pada inang alami dari spesies rentan, di mana hal ini tergantung pada spesies yang terlibat. Dengan AIHV-1, tampaknya hewan yang terkena MCF jarang atau tidak pernah menularkan infeksi; maka hanya inang alami yang dapat bertindak sebagai sumber infeksi. Wildebeest tampaknya merupakan penular penyakit yang cukup efisien untuk sebagian besar ruminansia, oleh karena itu pemisahan spesies ini sangat penting. Demikian juga, peternak harus memastikan bahwa sapi terpisah sendiri dari kelompok wildebeest dan terutama di sekitar periode melahirkan.

Dengan OvHV-2, syarat untuk memisahkan domba tergantung pada jenis kerentanan spesies tersebut. Oleh karena itu pada peternakan rusa Pere David’s dan sapi Bali, pemisahan yang ketat dan menghindari kontak melalui fomites harus dipastikan terlaksana dengan baik. Dengan kata lain, suatu peternakan banteng dan rusa harus melakukan suatu upaya yang masuk akal untuk memisahkan pengelolaan domba walaupun tampaknya rusa fallow (Dama dama) lebih resisten terhadap MCF.

SA-MCF jarang terjadi pada ternak sapi, sehingga pada umumnya pengelolaan ternaknya dilakukan bersamaan dengan domba tanpa mengambil tindakan untuk mencegah dan melawan penularan penyakit tersebut. Namun, jika beberapa kasus terjadi, hal yang penting yang harus dilakukan adalah memisahkan kawanan domba sejauh mungkin dari ternak sapi. Namun demikian ternak tersebut dapat terus menjadi sumber infeksi untuk beberapa tahun ke depan, dan limbah pemotongan dari flock tersebut harus diperhatikan. Ada kemungkinan masa inkubasi dapat terjadi sampai 9 bulan, sehingga harus berhati-hati dalam pengambilan prognosis ketika memberikan saran dalam pengendalian wabah penyakit tersebut (OIE, 2008).

Pemberantasan

Pemberantasan dilakukan sesuai dengan undang-undang kehewanan. Hewan yang sakit dianjurkan untuk dipotong. Ternak sapi harus dipisah dengan domba. Perlakuan pemotongan hewan sakit atau tersangka dan peredaran daging tidak dilarang asal dengan syarat harus dibawah pengawasan dokter hewan berwenang (Anonimous 2009).

  • dokterternak

    Di artikel ini tertulis:
    “Di Indonesia MCF juga disebut sebagai Bovine Epimeral Fever dan penyakit ini merupakan penyakit yang umum menyerang sapi di Indonesia (Sianturi, 2007).”

    Padahal etiologinya saja sdh berbeda..