Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Wednesday, 23 August 2017

Malignant Catarrhal Fever (MCF)

Minggu, 23 Februari 2014

Pendahuluan

Malignant Catarrhal Fever (MCF) adalah suatu penyakit yang umumnya fatal pada hewan ruminansia seperti sapi, banteng, kerbau dan rusa dan banyak spesies lainnya dari Artiodactyla yang terjadi karena infeksi alcelaphine herpesvirus-1 (AIHV-1) or ovine herpesvirus-2 (OvHV-2). MCF juga dikenal sebagai Malignant catarrh, Malignant Head Catarrh, Gangrenous Coryza, Catarrhal Fever, dan Snotsiekte. Di Afrika Selatan dikenal sebagai snotting sickness. Di Indonesia MCF juga disebut sebagai Bovine Epimeral Fever dan penyakit ini merupakan penyakit yang umum menyerang sapi di Indonesia (Sianturi, 2007).

MCF terjadi di seluruh dunia dan merupakan masalah serius, terutama bagi banteng di Amerika Serikat dan Kanada. Sejauh yang diketahui, penyakit ini telah hadir selama ratusan tahun yang lalu. Namun, penyakit ini dikenal di United States sekitar 80 tahun yang lalu atau lebih. Laporan mengenai MCF pada ternak di Amerika Utara muncul pada awal 1920-an. Kasus yang terdokumentasikan dengan baik terjadi pada banteng di Dakota Selatan (South Dakota) pada tahun 1973 dan dilaporkan dalam literatur ilmiah pada tahun1977 (O’Toole et al., 2000).

Penyakit yang disebabkan oleh AlHV-1 terbatas hanya pada area tertentu di Afrika dimana wildebeest berada dan disebut sebagai wildebeest-associated MCF. OvHV-2 terjadi di seluruh dunia dimanapun peternakan domba itu berada dan disebut sebagai sheep-associated (SA) MCF. Secara klinis kedua bentuk tersebut hadir dengan spektrum yang luas, namun perubahan karakteristik histopathologis sangat serupa dalam semua kasus. Kedua virus ini merupakan sub kelompok yang erat kaitannya dengan ruminan rhadinoviruses yang menjangkiti tiga subfamili dari Bovidae (Alcelaphinae, Hippotraginae and Caprinae); semua berpotensi menyebabkan MCF. Pada kesempatan tertentu yang jarang terjadi, virus yang menjadi anggota grup ini selain AIHV-1 dan OvHV-2 telah diidentifikasi sebagai penyebab MCF.

Wildebeest (Connochaetes spp. subfamili Alcelaphinae), merupakan inang alami AlHV-1 tanpa gejala klinis setelah infeksi. Demikian juga infeksi pada domba domestik yang merupakan inang alami OvHV-2, belum dikaitkan dengan reaksi klinis berikut infeksi alam, meskipun secara eksperimental, dosis virus yang besar memperlihatkan gejala klinis dari MCF ketika diinokulasikan kepada domba yang rentan (OIE, 2008).

  • dokterternak

    Di artikel ini tertulis:
    “Di Indonesia MCF juga disebut sebagai Bovine Epimeral Fever dan penyakit ini merupakan penyakit yang umum menyerang sapi di Indonesia (Sianturi, 2007).”

    Padahal etiologinya saja sdh berbeda..