Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Wednesday, 28 June 2017
Keluar Darah dari Pori-pori, Ratusan Sapi di Bengkulu Mati
Ilustrasi Peternakan Sapi

Keluar Darah dari Pori-pori, Ratusan Sapi di Bengkulu Mati

Kamis, 5 Desember 2013

BENGKULU, KOMPAS.com-Ratusan ekor sapi bali di Desa Puding dan Tanjung Heran, Kecamatan Pino Masat, Kabupaten Bengkulu Selatan, mati dalam seminggu. Sapi-sapi itu mengeluarkan darah dari pori-pori, mulutnya berbusa dan mengeluarkan suara seperti mendengkur. Sampai saat ini belum diketahui penyebab kematian sapi-sapi itu.

Kepala Desa Puding Junaidi ketika dihubungi via telepon menyebutkan kematian sapi di desanya terjadi sejak satu minggu terakhir. “Wabah ini terjadi sekitar satu minggu, sapi warga mati secara bertahap, termasuk tiga ekor sapi milik saya dengan mengeluarkan darah dari pori-pori dan mulut berbusa. Jumlahnya tidak kurang dari seratus sapi telah mati,” kata Junaidi, Kamis (5/12/2013).

Ia melanjutkan, sebelum mati badan sapi itu kurus tiba-tiba. Padahal, mereka mendapat makan dan minum secara teratur seperti biasanya. Setelah itu, barulah pori-pori sapi itu mengeluarkan darah, lalu mati. Junaidi menambahkan, kejadian serupa juga dialami warga Desa Tanjung Heran. Akibatnya banyak warga yang menjual sapi dengan harga jauh di bawah standar. Namun, tidak sedikit yang tidak sempat menjual sapi.

Kejadian ini menurut warga setempat telah dilaporkan ke pos kesehatan hewan setempat, tetapi petugas tidak mengetahui penyakit apa yang membuat ratusan sapi warga mati secara mengenaskan. Warga berharap pemerintah segera menangani kasus ini.
________________________________________
Penulis : Kontributor Bengkulu, Firmansyah
Editor : Kistyarini