Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Saturday, 24 June 2017
lab_training_Subang

Pelatihan Penguatan Diagnostik Laboratorium Penyakit pada Unggas di Jawa

Rabu, 12 Desember 2012

Peran laboratorium dalam kegiatan surveillans dan monitoring, investigasi, serta diagnosa penyakit hewan sangat membantu dalam upaya penanggulangan penyakit hewan dan peningkatan kesehatan hewan di Indonesia. Untuk itu, diperlukan penguatan pengetahuan dan keterampilan tenaga-tenaga teknis laboratorium khususnya dalam meningkatkan diagnostik penyakit dan interpretasi hasil laboratorium sehingga peran laboratorium akan semakin optimal.

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) dan U.S. Department of State’s Biosecurity Engagement Program, bekerja sama dengan Konsorsium Universitas yang dipimpin oleh Texas A & M, Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) serta Departemen Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengadakan suatu pelatihan dalam meningkatkan kapasitas tenaga teknis laboratorium dengan judul “Strengthening Poultry Diagnostic Laboratories in Java”. Dalam pelaksanaannya Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) ditunjuk sebagai pelaksana pelatihan.

Pelatihan laboratorium ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tentang patogenesis penyakit unggas, prinsip-prinsip pengujian, pendekatan diagnosa penyakit, interpretasi hasil dan pelaporan dari lapangan, serta biosafety/biosekuriti di laboratorium dan di peternakan. Selain itu, juga menambah wawasan mengenai informasi dasar standar laboratorium untuk bangunan dan peralatan serta akreditasi laboratorium.

Pelatihan dilaksanakan selama 5 hari (lebih dari 40 jam) pada tanggal 26-30 November 2012 bertempat di Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV) Subang. Penyampaian materi dilakukan secara partisipatif melalui penyampaian kuliah (16 topik), diskusi, demonstrasi dan praktek nekropsi dan pengujian laboratorium serta kunjungan lapang ke peternakan. Pada kunjungan lapang peserta mengamati langsung praktek biosekuriti yang diterapkan di peternakan sektor 1 dan sektor 3. Dalam kunjungan tersebut didampingi oleh petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten Subang.

Laboratory Diagnostic Training in IndonesiaInstruktur dalam pelatihan ini sangat berpengalaman dalam bidang diagnostik laboratorium yaitu Dr. Kristy Pabilonia, DVM, DACVM dari Colorado State University US dan Dr. Konrad Eugster, DVM, PhD, DACVM dari The Borlaug Institute for International Agriculture, Texas A&M University System. Selain itu juga terdapat 3 pembicara yaitu Dr. Mia Kim dan Drh. Bimo Wicaksana dari Food and Agriculture Organization (FAO), dan Murni Aryani, S.Si dari Komite Akreditasi Nasional. Dalam pelaksanaan pelatihan, Instruktur didampingi oleh 2 orang fasilitator yaitu Drh.

Surachmi Setyaningsih, Ph.D dan Drh. Usamah Afiff, M.Sc dari Fakultas Kedokteran Hewan, IPB. Pelatihan ini juga dihadiri oleh Elizabeth Leonardi yang merupakan perwakilan dari The United States Department of Agriculture (USDA) Foreign Agricultural Service (FAS). Serta perwakilan dari Biosecurity Engagement Program yaitu Brett E.Goode, Benjamin Brodsky, dan Wahyuni Kamah.
Peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah 26 orang. Peserta berasal dari instansi pemerintah (tingkat nasional dan provinsi), swasta, universitas dan LSM.

Laboratory Diagnostic Training in IndonesiaPeserta dari instansi pemerintah yaitu BPPV Subang, BBV Wates, dari Laboratorium Balai Kesehatan Hewan dan Ikan (BKHI) DKI Jakarta, Balai Penyidikan Penyakit Hewan dan Kesmavet (BPPHK) Cikole. Peserta dari sektor swasta yaitu PT Charoen Pokphand Jaya Farm Divisi Animal Health Laboratory and Diagnostic, Prolab PT Biotek Indonesia (Sierad Group), PT. Vaksindo Satwa Nusantara, PT. Wonokoyo Jaya Corporindo. Peserta dari Perguruan Tinggi yaitu FKH IPB, FKH UGM dan FKH UNAIR sedangkan dari LSM yaitu CIVAS.

Hasil pelatihan ini diharapkan bertambahnya wawasan dalam diagnostik penyakit dan terwujudnya jaringan antara laboratorium pemerintah, laboratorium di universitas, dan laboratorium swasta sehingga dapat menunjang surveilans di Indonesia pada umumnya. (van)