Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Thursday, 14 December 2017
Rabies_encephalitis_PHIL_3368_lores

Rabies Tewaskan Lima Warga Manado

Senin, 2 April 2012

Manado – Lima warga Manado, Sulawesi Utara (Sulut), meninggal dunia lantaran terinfeksi rabies dalam periode Januari sampai akhir Maret 2012, kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Manado, Ricky Poli.

“Para penderita yang meninggal karena terjangkit rabies, setelah digigit anjing yang positif terkontaminasi virus mematikan ini berasal dari kecamatan Tikala, Mapanget dan Wanea,” ujarnya di Manado, Senin.

Poli menjelaskan, kematian para penderita ini karena mereka tidak langsung melakukan pemeriksaan dan melakukan penyuntikan untuk mencegah virus mematikan ini menyerang saraf pusatnya.

“Mereka baru datang setelah terlambat, sehingga tak bisa lagi ditolong, meskipun sudah diupayakan semaksimal mungkin, sampai akhirnya membawa ke kematian,” kata Poli.

Ia mengimbau, semua warga Manado yang memelihara anjing agar berhati-hati, dan langsung melakukan tindakan cepat jika digigit peliharaannya untuk mencegah jangan sampai menjadi korban sia-sia.

Poli mengingatkan, sekali rabies sudah menjangkiti, maka tidak akan bisa disembuhkan, sehingga harus sangat berhati-hati dan jangan sampai lalai, begitu digigit anjing.

“Jangan sampai sudah menderita gejala rabies baru datang, begitu tergigit harus langsung ke Puskesmas dan minta disuntik,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan data yang ada di Dinas Pertanian dan Peternakan Manado, maka kasus gigitan anjing di Manado ada 126, 80 diantaranya positif rabies dan manusia yang meninggal sudah lima orang selama Januari sampai akhir Maret 2012. (T.KR-JHB/A034 | Editor: Priyambodo RH)