Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Wednesday, 23 August 2017
70 Ekor Ayam Diserang Avian Influenza

Flu Burung Merebak Di Jembrana

Kamis, 29 Maret 2012

Jembrana, Bali – Sejumlah ayam mati yang terdapat di Kabupaten Jembrana dengan lokasi yang berbeda-beda, berdasarkan hasil rapid test dinyatakan positif terjangkit flu burung.

Ayam yang mati terjadi di tiga desa pada dua kecamatan, yaitu Desa Mendoyo Dauh Tukad dan Penyaringan, Kecamatan Mendoyo serta Desa Pangyangan,Kecamatan Pekutatan, demikian informasi yang diperoleh ANTARA News, Kamis.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana, dr Putu Suast, MKes saat dikonfirmasi membenarkan adanya kematian ayam karena flu burung ini.

Ia mengatakan, di Desa Mendoyo Dauh Tukad, dari enam ayam yang mati berdasarkan tes hanya dua ekor yang positif terserang flu burung.

Menurut Suasta, dari sisi kesehatan manusia pihaknya terus mengawasi warga yang berdekatan dengan kematian ayam ini minimal selama 10 hari.

Suasta mengungkapkan, masa inkubasi jika ada manusia yang tertular virus ini berlangsung sekitar satu minggu.

“Karena itu pengawasan kami lakukan selama sepuluh hari, kami juga minta masyarakat waspada,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan Dan Peternakan Jembrana, I Ketut Wiratma mengatakan, dari penyelidikan yang dilakukan unggas yang mati tersebut berasal dari luar daerah.

“Unggas tersebut dibeli untuk kepentingan upacara,” katanya.

Menurut Wiratma, agar tidak menyebar, pihaknya melakukan pengendalian dengan memusnahkan unggas yang tertular dan unggas lain di sekitarnya.

Namun Suasta maupun Wiratma mengeluhkan kesadaran masyarakat yang masih belum bisa merelakan unggasnya untuk dimusnahkan.

“Padahal pemusnahan atau depopulasi merupakan satu-satunya cara untuk mengendalikan atau memutus penyebaran virus,” kata Suasta. (Ella Syafputri)