Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Sunday, 30 April 2017

Unggas Mati Mendadak Meluas di Tujuh Wilayah Jabar

Selasa, 6 Maret 2012

Bandung – Dinas Peternakan Jawa Barat menyatakan unggas mati secara mendadak terjadi di tujuh wilayah di Jawa Barat, yakni Kota Bandung, Kota Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Bekasi, Kuningan, Kota Depok, dan Kabupaten Majalengka.

“Selain Kota Bandung, kematian unggas secara mendadak ini juga sudah menyebar di enam wilayah lainnya yakni Kota Bogor, Bandung Barat, Bekasi, Kuningan, Kota Depok dan Majalengka,” kata Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat Koesmayadie ketika dihubungi melalui telepon, Senin.

Ia mengatakan hingga Sabtu (3/3) lalu total unggas yang mati diduga terjangkit virus H5N1 sebanyak 314 ekor, dan semuanya ayam kampung yang dipelihara di halaman belakang warga.

Menurut dia, hingga saat ini masih diteliti kemungkinan mutasi virus H5N1 tersebut karena pada tahun 2011 ada 35.308 ekor kasus kematian unggas di Jawa Barat.

Dikatakannya, Dinas Peternakan Jawa Barat juga melakukan rapid test (tes cepat) terhadap unggas yang mati mendadak tersebut dan hasilnya menunjukkan positif virus flu burung.

Akan tetapi, kata Koesmayadi, setelah di test polymerase chain reaction (PCR)nya ke laboratorium ternyata hanya empat yang positif flu burung.

“Jadi mungkin saja kan ada mutasi virus atau virus lain yang menyebabkan kematian ayam itu,” kata Koesmayadi.

Ia mengatakan, untuk memastikan apakah virus yang menyebabkan ayam mati di tujuh kabupaten/kota tersebut benar-benar terserang virus H5NI, Dinas Peternakan masih terus melakukan penelitian.

Dijelaskannya, pihaknya juga telah meminta semua tim Participatory Disease Surveillance and Response (PDSR) yang ada di 26 kota/kabupaten di Provinsi Jabar siaga 24 jam.

“Mereka, harus melapor ke Disnak Jabar setiap ada kasus kematian unggas di wilayah masing-masing,” kata Koesmayadi.

Kasus flu burung kembali melanda Jawa Barat di awal tahun 2012 ini, kasus terakhir terjadi di Kota Bandung, Jabar.

Hingga saat ini, dua orang warga Kota Bandung yakni Tuan A (42) warga asal Jalan Rancasawo Kelurahan Margasari Kecamatan Buah Batu Kota Bandung dan Tuan SA warga Kampung Mengger Girang, Kecamatan Regol, Kota Bandung, yang diduga terjangkit flu burung meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di RS Hasan Sadikin Bandung.

Menyikapi hal tersebut Dinas Kesehatan Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk lebih waspada atas wabah flu burung.

“Kami berharap, masyarakat lebih waspadai lagi, terutama jika menemukan unggas peliharaan atau di sekitar tempat tinggalnya mati mendadak, segera lapor kepada Puskesmas terdekat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Achyani Raksanagara. (ASJ/M008 | Editor: B Kunto Wibisono)

Sumber : ANTARA News