Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Monday, 23 April 2018

Populasi Badak Jawa Tinggal 35 Ekor

Kamis, 29 Desember 2011

Jakarta – Populasi Badak Jawa yang menghuni wilayah Semenanjung Ujung Kulon, Taman Nasional Ujung Kulon semakin menurun. Dari yang sebelumnya berjumlah 50 ekor, sekarang hanya 35 ekor. Yakni terdiri dari 22 jantan dan 13 betina.

Dengan jumlah yang semakin sedikit, maka Badak Jawa diklasifikasikan sebagai satwa sangat terancam punah.

“Ancaman kepunahan ini diantaranya disebabkan oleh faktor makanan yang semakin terbatas, penyakit, perambahan hutan serta bencana alam,” jelas Tim Monitoring Badak Jawa, Yanto Santoso, di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Kamis (29/12).

Dipaparkan, untuk mengetahui perkembangan dan jumlah populasi Badak Jawa digunakan metode baru, yakni metode Video Trap. “Digunakannya metode ini karena perjumpaan dengan Badak tidak mudah. Pada tahun-tahun lalu digunakan metode rekam jejak. Dan hasilnya pun sangat minim,” tambah Yanto.

Pada Februari hingga November 2011, Tim Monitoring memasang 44 unit video trap yang disebar di Semenanjung Ujung Kulon. Dengan sasaran seluruh Badak Jawa. “Dan kita berhasil memperoleh 427 klip video film Badak Jawa di habitat alaminya,” kata Yanto.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Agus Priambudi mengatakan, pengelolaan konservasi ini untuk meningkatkan populasi Badak Jawa. “Baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya serta habitatnya juga,” kata Agus.

Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, mengaku optimis dengan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan populasi Badak Jawa. “Tim Monitoring ini terdiri dari para ahli. Jadi saya optimis akan berhasil dan populasi Badak Jawa akan bertambah,” tegas Zulkifli.

Dikatakan, upaya pelestarian Badak Jawa tetap dilakukan di Ujung Kulon. “Karena kalau dipindakan ke tempat lain, apakah habitatnya akan cocok, kita tidak tahu itu. Jadi sementera ini tetap di Ujung Kulon,” kata Zulkifli.

Dalam upaya pelestarian Badak Jawa, pada tahun 2012 rencananya akan dicanangkan sebagai Tahun Badak Internasional. “Ini sedang kita usulkan kepada presiden. Oleh karena itu, kita perlu dukungan semua pihak,” pungkas Zulkifli.(fad/jpnn)

Sumber : Jawa Pos National Network