Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Sunday, 22 October 2017

50 Ekor Mati Mendadak di Pendem

Jumat, 23 September 2011

Denpasar – Hati-hati membeli ayam di pasar untuk dipelihara. Dinas Peternakan Provinsi Bali menduga, sekitar 50 ekor ayam yang mati mendadak memiliki riwayat dibeli dari pasar tradisional di Pendem, Kabupaten Jembrana, Bali. Selanjutnya dinas menyatakan kematian ayam itu positif terkena virus H5N1 alias flu burung.

“Kami sudah cek dengan melakukan rapid test terhadap lima ekor ayam yang masih hidup yang ada dalam kandang yang sama, memang positif kena flu burung,” jelas Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali, Putu Sumantra, di Denpasar.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya sudah melakukan pemusnahan 20 ekor ayam yang ada di sekitar tempat tersebut. Selain itu, petugas melakukan penyemprotan desinfektan di sekitar kandang.

“Daerah lain juga kita beri peringatan. Kita ingatkan penyakit flu burung muncul lagi. Tolong semua lakukan langkah pengendalian terhadap hal ini,” ujarnya.

Sumantra sendiri mengaku belum tahu persis penyebab munculnya kembali flu burung. “Tetapi hasil penyelidikan di lapangan, ada beberapa masyarakat yang membeli ayam di pasar, kemudian dirawat di rumahnya. Kemungkinan terjangkitnya dari sana. Maka dari itu kita juga mewaspadai adanya ayam terjangkit flu burung di pasar-pasar,” tambah dia.

Masyarakat yang memelihara ayam juga diminta untuk melakukan antisipasi dengan menjaga kebersihan kandang ayamnya. Biosekuriti harus diterapkan, untuk mencegah ini penyakit agar tidak meluas.

Tahun 2006, flu burung mulai merebak di Bali dengan korban meninggal manusia tiga orang. (Ayu Sulistyowati | Marcus Suprihadi)