www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Tuesday, 10 December 2019

Pemkab Garut Tetapkan KLB

Selasa, 15 Maret 2011

Garut – Sebanyak 28 orang warga Kampung Balong RT 01 RW 10 dan Kampung Nangka Bongkok RT 02 RW 08 Desa Gandamekar, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, sejak Minggu (13/3), diduga menderita chikungunya. Karena itu, Dinas kesehatan setempat menetapkan penyebaran penyakit itu sebagai kejadian luar biasa (KLB), sebab banyak warga terserang chikungunya dalam waktu singkat.

”Indikasi itu membuat kami menetapkannya menjadi kejadian luar biasa, agar kami bisa segera melakukan penanganan secepat mungkin mengurangi penularan lebih lanjut,” kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Dede Rohmansyah di Garut, Senin (14/3).

Chikungunya disebabkan virus bernama alphavirus yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, ini bisa menyerang semua kelompok umur, baik anak maupun dewasa. Nyamuk Aedes aegypti juga menjadi penular penyakit demam berdarah. Meskipun tidak mematikan, virus ini bisa menular lewat nyamuk dan memengaruhi kinerja orang yang tertular.

Dede mengatakan, di Kampung Balong ditemukan sebanyak 16 penderita dan Kampung Nangka Bongkok sebanyak 12 penderita. Gejala yang muncul dari penderita antara lain demam, timbul bintik merah, nyeri sendi, dan susah berjalan.

Kepala Bagian Informatika Kabupaten Garut Dikdik Hendrajaya, mengaku segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk pengasapan membasmi nyamuk Aedes aegypti. Termasuk sosialisasi kepada warga untuk menghilangkan genangan air di sekitar tempat tinggal masing-masing.

Metode 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur menjadi cara pencegahan paling efektif. ”Curah hujan tinggi akan ada genangan air yang jadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti,” kata Dikdik. (CHE)

Sumber : Kompas

Tinggalkan Balasan

Pemkab Garut Tetapkan KLB

by boghen time to read: 1 min
0