Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Saturday, 18 August 2018
kongres_AEVI

Keikutsertaan CIVAS dalam Lokakarya Epidemiologi Nasional Ke-2 dan Kongres AEVI Ke-1

Minggu, 19 Desember 2010

Yogyakarta, 13-14 December 2010
Pada tanggal 13 dan 14 Desember 2010, Asosiasi Epidemiologi Veteriner Indonesia (AEVI) mengadakan Lokakarya Epidemiologi Nasional ke-2 dan Kongres AEVI ke-1 bertempat di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH-UGM), Yogyakarta. Acara dihadiri oleh lebih dari 30 orang peserta dari instansi pemerintah, akademisi, dan swasta. CIVAS mengirimkan perwakilan Drh. Riana A. Arief yang juga merupakan anggota AEVI. Lokakarya dan Kongres diawali dengan sambutan dari Ketua Umum AEVI Prof. Drh. Setyawan Budiharta, MPH, PhD dan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Drh. Bambang Sumiarto, SU, MSc.

Lokakarya hari pertama dimulai dengan Drh. Anak Agung Gde Putra, SH, MSc, PhD dari Balai Besar Veteriner Denpasar yang mempresentasikan mengenai “Biodinamika Penularan Rabies di Bali”. Dalam presentasi tersebut pembicara memaparkan perkembangan penularan rabies dan analisis terhadap karakteristik kasus rabies pada anjing dan manusia di Bali.

Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi mengenai “Penanganan Ternak dan Masalah Kesehatan Hewan Saat dan Pasca Bencana Alam Gunung Merapi” oleh Prof. Dr. Drh. Ida Tjahjati, MP, dari Posko Medik Veteriner Gabungan FKH UGM – PDHI Cabang Yogyakarta Untuk Korban Letusan Merapi yang juga merupakan Koordinator Tim Identifikasi Ternak Korban Merapi. Dalam persentasi tersebut dijelaskan mengenai sistem pengelolaan ternak dan masalah kesehatan yang muncul selama bencana letusan Gunung Merapi.

Selain itu dipaparkan juga tantangan yang ditemui selama pelaksanaan dan rekomendasi untuk perbaikan kedepannya. Dalam kesempatan ini, lokakarya berusaha menyusun Format Tanggap Darurat Bencana Alam Gunung Meletus dari Aspek Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk membantu pemerintah dalam menangani masalah hewan dalam situasi bencana di masa mendatang.

Hari pertama diakhiri dengan presentasi mengenai “Analisis Data Surveilans” dari Prof. Dr. Drh. Bambang Sumiarto, SU, MSc, dari FKH UGM. Dalam presentasi tersebut dibicarakan mengenai dasar teori dalam melakukan surveilans dan analisis datanya. Selain itu, pembicara dan peserta lokakarya juga saling berbagi pengalaman dalam pelaksanaan surveilans di lapangan.

Hari kedua dimulai dengan presentasi mengenai “Aplikasi Statistik dalam Kedokteran Hewan: Pengukuran Asosiasi” oleh Dr. Ir. Etih Sudarnika, MSi, dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH-IPB). Dalam presentasi tersebut dipaparkan sejumlah alat statstik yang dapat digunakan untuk menguji asosiasi antara 2 peubah sesuai dengan klasifikasi jenis datanya. Selain itu diterangkan juga mengenai cara interpretasi hasil uji statistik tersebut.

Lokakarya Epidemiologi Nasional ke-2 diakhiri dengan presentasi mengenai “Veterinary Public Services dan Vet Character Building” dari Drh. Putut Djoko Purnomo, BSc, DIVMD. Dalam presentasi tersebut ditekankan mengenai kemampuan-kemampuan yang penting dimiliki oleh seorang epidemiolog veteriner masa kini.

Setelah lokakarya selesai, pengurus dan anggota AEVI mengadakan Kongres AEVI Ke-1. Dalam kongres tersebut dibahas mengenai urusan internal organisasi dan sertifikasi kompetensi. Asosiasi Epidemiologi Veteriner Indonesia merupakan organisasi non teritorial (ONT) di bawah organisasi profesi Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) yang mengkhususkan diri dalam ilmu epidemiologi veteriner. (rie)