Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Saturday, 18 August 2018

Pelatihan Memerangkap Satwa Liar oleh Scott Stopak 23-29 September 2010

Jumat, 29 Oktober 2010

Pada tanggal 23-29 September 2010 diadakan rangkaian Pelatihan Menangkap dan Memerangkap Satwa Liar oleh Scott Stopak dari Wildlife Services, Animal and Plant Health Inspection Service, United States Department of Agriculture. Ikut serta dalam rangkaian pelatihan ini adalah staf CIVAS, petugas Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat, dan staf Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Gadog.

Pada hari pertama, tanggal 23 September 2010 diadakan kuliah perkenalan di kantor CIVAS yang membicarakan mengenai bermacam-macam metode untuk memerangkap satwa liar. Beberapa jenis perangkap yang diperkenalkan adalah mist net, funnel trap, rocket/cannon net dan net gun, noose trap, dan lainnya. Sebagian metode yang dijelaskan digunakan terutama untuk burung, namun dapat juga diaplikasikan untuk hewan lain. Pada hari kedua tanggal 24 September 2010, diadakan latihan memasang mist net dan rangkaian noose trap di kantor CIVAS. Dalam kesempatan ini juga dijelaskan mengenai kiat-kiat penentuan lokasi perangkap dan tata cara pemasangan perangkap. Selain itu, ditekankan juga pentingnya melakukan pre-baiting untuk perangkap yang menggunakan umpan. Pada pre-baiting, satwa dibiasakan dengan ketersediaan makanan di lokasi dan kehadiran perangkap yang belum dipasang untuk memerangkap satwa.

Pada tanggal 28 September 2010 diadakan kunjungan lapang bersama petugas Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi ke Palabuhan Ratu, Sukabumi. Dalam kunjungan lapang tersebut dijelaskan pentingnya memperoleh informasi akan habitat, pola gerak atau terbang, dan sumber makanan satwa yang menjadi sasaran. Informasi tersebut dapat diperoleh dari observasi langsung atau wawancara penduduk setempat.

Dari informasi tersebut dapat diputuskan metode dan lokasi pemasangan perangkap yang paling sesuai agar mencapai tingkat keberhasilan yang paling tinggi.

Pada tanggal 29 September 2010 diadakan presentasi dan diskusi metode memerangkap satwa dengan petugas BKSDA Jawa Barat dan staf PPS Gadog di Pusat Penyelamatan Satwa Gadog, Cisarua. Dalam kesempatan tersebut kembali dipresentasikan mengenai teknik-teknik memerangkap satwa. Selain itu, diadakan juga diskusi membahas kondisi yang dihadapi oleh petugas BKSDA dalam kasus penyitaan satwa ilegal dan metode yang dapat digunakan dalam keadaan tersebut.

Hasil pelatihan secara keseluruhan menyimpulkan bahwa ada beberapa poin penting dalam memerangkap satwa, yaitu memperoleh informasi yang tepat mengenai habitat dan perilaku satwa sasaran, menentukan metode perangkap yang paling sesuai (baik untuk satwa yang ingin diperangkap maupun tujuan dilakukannya penangkapan satwa), dan melakukan pre-baiting bila menggunakan umpan. Tidak ada metode yang pasti untuk semua situasi, kuncinya adalah observasi dan inovasi bila metode yang digunakan tidak berhasil. (rie)