Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Friday, 20 October 2017
sentinel-jakarta-surveilans-3

Deteksi virus Avian Influenza di Tempat Penampungan Ayam (TPnA) di DKI Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2009

Salah satu kegiatan yang sedang dilaksanakan oleh Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) saat ini adalah melakukan studi Deteksi virus Avian Influenza di Tempat Penampungan Ayam (TPnA) di DKI Jakarta. Saat ini kegiatan tersebut telah memasuki bulan ke-5. Studi ini dilatarbelakangi dari studi CIVAS sebelumnya pada tahun 2007 dan 2008 dimana selama kegiatan surveilans 192 ayam sentinel yang mati tersampel, 95.31% menunjukkan hasil positif terhadap H5 dengan menggunakan teknik rt-PCR. Selain itu, pada studi ini 32 dari 38 (84,2%) TPnA dinyatakan sebagai TPnA terinfeksi AI, atau dengan kata lain keberadaan virus AI H5 ditemukan di 84,2% TPnA kegiatan surveilans.

Namun hasil kegiatan surveilans tersebut belum dapat menjelaskan sumber/pembawa virus AI yang terdapat di TPnA tersebut dan pencemarannya terhadap lingkungan TPnA. Oleh karena itu untuk membuktikan hal tersebut di atas, maka dilaksanakan studi ini selama 1 tahun di TpnA. Studi ini bertujuan untuk (1) mendeteksi keberadaan virus AI pada lingkungan dan unggas yang datang ke TPnA, (2) mengetahui frekuensi infeksi AI pada unggas yang datang di TPnA, (3) mengetahui status serologis unggas yang terinfeksi AI, khususnya pada ayam petelur dan parent stock afkir yang datang ke TPnA (4) mengetahui peternakan/daerah asal unggas yang terinfeksi AI yang datang ke TPnA dan (5) mengetahui pola kejadian AI sepanjang tahun (6) mengetahui tingkat penerapan biosekuriti di TPnA dan alat transportasi.

Memasuki bulan ke-6 studi ini menggunakan ayam sentinel (ayam yang tidak di vaksin AI) untuk mendeteksi adanya sirkulasi virus di TPnA. Ayam-ayam tersebut di istirahatkan di Bogor selama 1 minggu di lokasi yang dijamin keamanan dari penyakit (steril) untuk proses adaptasi dan menunggu hasil tes sample serum yang dilakukan di lab BKHI. Hasil tes menunjukan titer negative terhadap AI sehingga ayam-ayam sentinel tersebut dapat didistribusikan ke 40 TPnA di Jakarta. Ayam sentinel ditempatkan di masing-masing TPnA per tanggal 12 Oktober 2009 selama 3 minggu. Sampel usapan trakea akan diambil dari ayam sentinel yang mati di TPnA tersebut. Pemeriksaan sampel usapan trakea, sampel serum dan lingkungan akan dilakukan di Laboratorium Balai Kesehatan Hewan dan Ikan (BKHI) DKI Jakarta.