www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Sunday, 21 July 2019
pengajar-dan-peserta-pelatihan-epidemiologi-australia

Strengthening Indonesia’s National Biosecurity Capacity through Veterinary Epidemiology: AusAID Australian Leadership Awards Fellowships (ALAF) programme

Selasa, 28 Juli 2009

Kegiatan pelatihan ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Australia (AusAID Australian Leadership Awards Fellowships) dengan Asosiasi Epidemiologi Veteriner Indonesia (AEVI). Pada awalnya kegiatan ini diikuti oleh 15 orang peserta, namun menjelang keberangkatan ada 1 orang peserta yang tidak dapat mengikuti pelatihan tersebut. Peserta pelatihan merupakan epidemiolog yang berasal dari berbagai daerah yang terdiri dari 5 orang perwakilan Balai Penelitian Veteriner / Disease Investigation Centre (DIC) yaitu regional Medan, Lampung, Yogyakarata, Bali, Banjar Baru. Kemudian 1 orang peserta dari Balai Pengawasan Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BPMSOH) Bogor, 1 orang dari Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya, 2 orang dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH-IPB), 1 orang dari Dinas Peternakan Kabupaten Badung, Bali dan 3 orang dari Lembada Swadaya Masyarakat (LSM) Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS). Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 22 Juni – 12 Juli 2009.

Pada minggu pertama pelatihan epidemiologi dilaksanakan di University of Sydney di Camden dengan fokus kepada Use of spatial epidemiology and risk-based surveillance to support decisions on biosecurity policy selama 4 hari. Materi yang di berikan berupa Geographic Information System and Spatial Epidemiology yang di sampaikan oleh Profesor Michael Ward. Kegiatan tersebut meliputi pemberian materi Disease Maping, Data Visualization, Spatial Risk Factor, Diseases Surveillance, Geographic Information System (GIS), Global Positioning System (GPS) dan praktek koleksi data. Materi kedua di sampaikan oleh Dr. Jenny-Ann Toribio yang meliputi Survellance, Risk-based surveillance (RBS) dan Targeted sampling in RBS. Selain itu para peserta juga mengunjungi laboratorium di University of Sydney dan fasilitas lain yang berada di Elizabeth Macarthur Agricultural Institute.

peserta-pelatihan-australia

Pada minggu ke dua peserta pelatihan mengunjungi Departement Agricultural, Fisheries and Forestry di Canberra. Di tempat ini peserta mendapatkan informasi mengenai pengaturan kebijakan pemerintah dan biosecurity tentang pencegahan penyakit serta penanggulangannya. Setelah itu peserta mengunjungi kedutaan Besar Republik Indonesia untuk bersilaturahmi. Keesokan harinya peserta mengikuti kursus singkat mengenai Introductory Molecular Techniques di Gold Coast-Queensland selama 3 hari. Pelatihan ini meliputi pengenalan tekhnik epidemiologi molekular yang disampaikan oleh Joanne Edmondston dari Australian Biosecurity Cooperative Research Centre for Emerging Infectious Disease (AB-CRC) dan aplikasi tekhnik epidemiologi molekular yang di sampaikan oleh Petra Mullner dari Massey University New Zealand.

Pada kesempatan lain peserta diikutkan dalam acara College Science Week Scientifik meeting and College Awards Dinner, Chapter Epidemiology. Pada acara ini peserta mengikuti kegiatan dengan mendengarkan pemaparan hasil penelitian yang dilakukan di bidang epidemiologi. Dalam kesempatan ini 2 orang peserta pelatihan yaitu drh. Albertus Teguh Muljono dan Dr. drh. Anak Agung Gde Putra mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan makalah mereka dengan judul makalah masing-masing adalah NGO involvement in the implementation of national strategies for HPAI control in Indonesia, dan Outbreak of rabies in Bali: Epidemiological aspects.

Pada minggu terakhir peserta mendapatkan pelatihan di New South Wales Departement of Primary Industries yang bertempat di Orange dengan tema: Use of risk assessment to support decisions on biosecurity policy and operational implementation of biosecurity policy. Disini peserta mendapatkan materi tentang risk analysis, risk management dan risk assessment yang di sampaikan oleh para ahli di bidangnya yaitu Dr. Bruce Christie, Dr. David Jordan, Dr. Barbara Moloney dan staf lain.

Tinggalkan Balasan

Strengthening Indonesia’s National Biosecurity Capacity through Veterinary Epidemiology: AusAID Australian Leadership Awards Fellowships (ALAF) programme

by boghen time to read: 2 min
0