Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Sunday, 30 April 2017

Deteksi Virus Avian Influenza pada Tikus (Rattus sp.) yang Ditangkap di TPnA di Kota Bogor

Jumat, 5 Juni 2009

Tempat Penampungan Ayam (TPnA) merupakan salah satu bagian dalam pasar unggas hidup yang memiliki risiko tinggi dalam penyebaran penyakit AI, dimana TPnA ini menjadi tempat dikumpulkannya ayam dari berbagai daerah sebelum diproses selanjutnya seperti dipotong atau dijual. Di tempat ini kontak tidak hanya terjadi antara ayam dengan ayam atau antara ayam dengan manusia akan tetapi juga dengan hewan lainnya yang ada di TPnA tersebut, salah satunya adalah binatang pengerat seperti tikus (Rattus sp.)

Tikus (Rattus sp.) ini dapat ditemukan di TpnA maupun pasar-pasar tradisional, terutama pasar-pasar yang belum menerapkan biosekuriti dengan baik dan benar karena kebiasaan hidupnya yang suka pada tempat-tempat yang kotor seperti di selokan atau sistem pembuangan air yang tidak baik. Belum diketahui dengan pasti apakah tikus (Rattus sp.) dapat terinfeksi virus avian influenza secara alami. Hewan pengerat ini mungkin saja dapat terinfeksi karena memakan ayam-ayam yang ada di TPnU yang diduga tertular dan dapat berkembang menjadi penyakit yang mematikan serta mengeluarkan virus ini dari saluran pernapasan atau pencernaan. Dari hal tersebut maka dirasa perlu dilakukan suatu studi yang dapat membuktikan secara ilmiah mengenai adanya transmisi berkelanjutan virus ini pada tikus. Kontaminasi silang pada pasar ayam hidup merupakan penjelasan yang paling mungkin bagaimana virus berpindah dari satu spesies ke spesies lain.

Studi ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan virus AI pada hewan pengerat seperti tikus (Rattus sp.) yang berada di TPnA di Kota Bogor. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan informasi dan gambaran tentang keberadaan virus AI pada tikus (Rattus sp.) di TPnA di Kota Bogor sehingga dapat digunakan sebagai salah satu dasar untuk merencanakan upaya-upaya penanggulangan penyakit AI.

Studi ini akan dilaksanakan pada bulan Juni – September 2009 bertempat di TPnA di Kota Bogor. Pengujian deteksi virus AI akan dilaksanakan di Laboratorium Virologi Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor (FKH-IPB). Penentuan TPnA yang akan terlibat dalam kegiatan studi sebagai tempat pengambilan sampel didasarkan pada hasil studi yang pernah dilakukan oleh CIVAS pada tahun 2007 mengenai Surveilans AI di TPnA di Wilayah Kota Bogor. Selanjutnya dilakukan sosialisasi tentang pelaksanaan studi kepada pemilik TpnA tersebut. Sosialisasi dilakukan oleh petugas dari Dinas Pertanian Kota Bogor dan staf CIVAS.

Deteksi keberadaan virus AI dilakukan dengan pengambilan sampel berupa usapan trakhea. Jumlah sampel ini didasarkan pada hasil perhitungan menggunakan formula Win Episcope 2.0. Asumsi populasi tikus yang ada di TPnA di Kota Bogor sebanyak 1000 ekor, dengan tingkat kepercayaan 90%, dan prevalensi harapan 10%. Berdasarkan kalkulasi tersebut, diperoleh besaran sampel sebanyak 25 sampel untuk seluruh lokasi TPnA. Seluruh sampel usapan trakhea yang diambil dalam pelaksanaan studi ini ditransportasikan dalam keadaan dingin dengan suhu maksimal 40C ke laboratorium virologi Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH – IPB) dan diuji terhadap keberadaan antigen virus AI H5 dengan teknik reverse transcriptase polymerase chain reaction (rt-PCR).