Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Saturday, 24 June 2017
peserta-diskusi-swine-flu
Civas Photo Database

Diskusi Ilmiah Swine Influenza

Senin, 18 Mei 2009

Pada hari Sabtu, 16 Mei 2009, Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS), Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia (IMAKAHI) Cabang IPB, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH-IPB) mengadakan Diskusi Ilmiah Swine Influenza di kampus Fakultas Kedokteran Hewan IPB Darmaga. Diskusi dihadiri oleh hampir 200 orang peserta yang sebagian besar merupakan mahasiswa FKH IPB. Pembicara dalam diskusi adalah Dr. Drh. Surachmi Setiyaningsih, MS dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH-IPB) dan Dr. Drh. Darminto dari Balai Besar Penelitian Veteriner (Bbalitvet) Bogor.

Pembicara pertama, Dr. Drh. Surachmi Setiyaningsih, MS, memberikan gambaran umum mengenai virus influenza yang tergabung dalam famili Orthomyxoviridae. Dalam presentasinya beliau menjelaskan karakteristik khas virus ini yaitu variasi antigenik. Variasi antigenik terjadi sebagai melalui antigenic shift atau antigenic drift, hal inilah yang menyebabkan virus influenza terus berubah dari waktu ke waktu. Dalam sejarah perkembangan influenza babi, telah ditemukan beberapa strain virus yang telah mengalami reassortment dengan virus influenza dari manusia dan/atau unggas. Wabah influenza yang April lalu muncul di Meksiko telah diberi nama influenza A (H1N1) karena penularannya hanya terjadi dari manusia ke manusia. Tetapi karena berdasarkan sequencing DNA ternyata materi genetiknya memang influenza babi, maka secara ilmiah virus ini disebut Swine-Origin Influenza A (H1N1) Virus (SoIV).
panitia-diskusi-swine-flu
Pembicara kedua yaitu Dr. Drh. Darminto memberikan ulasan singkat mengenai influenza babi, mulai dari sejarah, agen penyebab penyakit, penularan, gejala klinis, diagnosis, hingga perawatan, pencegahan, dan pengendalian. Semenjak kejadian wabah di Meksiko, pemerintah telah menerapkan beberapa langkah untuk mencegah penularannya ke dalam Indonesia, yaitu dengan melarang sementara pemasukan babi dan produknya dari daerah tertular, skrining kesehatan orang yang hendak masuk ke Indonesia di Pelabuhan Udara/Laut, pengawasan yang ketat terhadap importasi ilegal, sosialisasi bahaya flu babi untuk masyarakat, peningkatan biosekuriti untuk peternakan babi, dan surveilans influenza babi pada peternakan babi. Surveilans influenza babi dilakukan oleh Bbalitvet, BBVet, dan BPPV di seluruh Indonesia. Bbalitvet Bogor sendiri ditugaskan untuk melakukan surveilans di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten dan menemukan influenza A H5N1, H1N1 klasik babi, dan H1N1 seasonal flu manusia pada sampel yang diperiksa. (Rie)