Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Monday, 21 August 2017
virus

Pandangan CIVAS MEngenai Wabah Influenza A (H1N1)

Senin, 4 Mei 2009

Sejak pertengahan April 2009 dunia telah dihebohkan oleh merebaknya kasus infeksi virus influenza H1N1 pada manusia. Pada awalnya kasus penyakit ini disebut sebagai Swine Influenza atau Flu Babi karena memiliki karekteristik genetik yang mendekati virus flu babi dibandingkan dengan flu manusia. Namun istilah Flu Babi dianggap tidak sesuai karena menurut Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) virus influenza A (H1N1) yang saat ini sedang mewabah ditularkan dari manusia ke manusia dan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa virus ini terdapat di babi ataupun bahwa manusia tertular penyakit ini dari babi (OIE 2009). Oleh karena itu, penyakit ini sekarang disebut sebagai influenza A (H1N1).

Kasus Influenza A H1N1 bermula di Meksiko tetapi dalam rentang waktu 2 minggu telah menyebar ke negara-negara lain di dunia, terutama Amerika. Terhitung tanggal 3 Mei 2009, World Health Organization (WHO) telah menerima laporan 898 kasus terkonfirmasi dari 18 negara di dunia, diantaranya Meksiko (506), Amerika Serikat (226), Austria (1), Kanada (85), China – Hongkong (1), Kosta Rika (1), Denmark (1), Perancis (2), Jerman (8), Irlandia (1), Israel (3), Belanda (1), Selandia Baru (4), Korea Selatan (1), Spanyol (40), Swiss (1), dan Inggris (15) (WHO 2009).

Swine influenza atau Flu Babi sendiri merupakan penyakit pada babi yang umumnya disebabkan oleh virus influenza A, terkadang penyakit ini juga dapat disebabkan oleh virus influenza C tetapi jarang terjadi. Subtipe flu babi yang diketahui saat ini adalah H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, dan H2N3. Penularan flu babi ke manusia adalah jarang dan umumnya terjadi pada orang-orang yang dalam kesehariannya sering kontak dengan babi, contohnya peternak. Meskipun penyakit ini dapat menular ke manusia, tetapi jarang sekali dapat ditularkan dari manusia yang terinfeksi ke manusia lain. Gejala flu babi pada ternak babi adalah demam, lesu, batuk, keluar cairan dari hidung (ingus) atau mata, bersin, gangguan pernafasan, mata merah, dan hilang nafsu makan.

Penyebaran Flu babi di dunia meliputi Amerika Serikat, Meksiko, Kanada, Amerika Selatan, Eropa (Inggris, Swedia, dan Itali), Kenya, Cina, Jepang, Taiwan, dan beberapa daerah di Asia Timur. Di Indonesia sendiri sampai saat ini belum pernah ditemukan kasus penyakit Flu Babi.

Sehubungan dengan wabah Influenza A H1N1 dan upaya untuk mencegah masuknya Flu Babi ke Indonesia CIVAS merekomendasikan kepada;

  1. Pemerintah (otoritas veteriner), untuk:
    • meningkatkan pengawasan import ternak babi dari luar negeri
    • mencanangkan Program Surveilans Nasional penyakit Flu Babi
  2. Dokter Hewan dan Peternak babi, untuk:
    • meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala-gejala penyakit Flu Babi, seperti demam, lesu, batuk, keluar cairan dari hidung (ingus) atau mata, bersin, gangguan pernafasan, mata merah, dan hilang nafsu makan.
    • meningkatkan biosekuriti peternakan melalui tindakan desinfeksi dan pengawasan lalu lintas ternak, orang, dan peralatan
    • melindungi diri dengan memakai alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, sepatu boot, serta selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menangani ternak.
    • melaporkan kepada pemerintah (otoritas veteriner) bila menemukan gejala-gejala yang mengarah kepada penyakit Flu Babi
  3. Masyarakat Umum, untuk:
    • Memasak daging babi dan produk olahannya minimal 70oC
    • Tidak takut mengkonsumsi daging babi dan produk olahannya karena penyakit Influenza A H1N1 tidak ditularkan melalui makanan.