Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Saturday, 24 June 2017

CSU-CIVAS; Zoonotic Avian Influenza-The Human Animal Interface in US and Asia

Minggu, 30 November 2008

CIVAS bekerjasama dengan Colorado State University (CSU) dalam melaksanakan riset-riset yang mendukung pengendalian AI di Indonesia, sekaligus peningkatan kapasitas laboratorium di Universitas di Indonesia. Dalam hal peningkatan kapasitas laboratorium CIVAS-CSU bekerjasama dengan FKH IPB. FKH-IPB akan menyediakan tempat utntuk laboratorium, dan CSU akan menyediakan peralatan laboratorium dan pelatihan SDM laboratorium.

Dalam hal riset/ penelitian, CIVAS-CSU-IPB telah melaksanakan Survei Keberadaan Virus Avian Influenza pada Peternakan Itik Free-range di Kabupaten Tangerang, Subang dan Indramayu. Latar belakang dilaksanakannya studi ini adalah bahwa kasus Avian Influenza (AI) masih menjadi masalah yang perlu mendapatkan perhatian lebih baik di dunia maupun Indonesia sendiri. Selain ayam sebagai sumber utama penularan, unggas air dipercaya sebagai reservoir dari semua strain virus AI (Hulse et al, 2005).

Selain itu, pemeliharaan unggas air khususnya itik dengan cara sistem lepas (free-range) dimana itik dapat berpindah dari satu area pasca panen padi ke area lainnya dipercaya menjadi salah satu faktor yang berperan dalam penyebaran AI (Gilbert et al, 2006). Indonesia sendiri mempunyai potensi unggas air yang tinggi karena memberikan sumbangan ekonomi yang berarti bagi kehidupan masyarakat. Dan sistem pemeliharaan unggas air secara lepas khususnya itik, baik sistem ekstensif maupun semi-intensif masih banyak diterapkan di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah sentra peterenakan itik.

Studi ini merupakan studi awal yang diharapkan dapat menjadi acuan untuk melaksanakan studi-studi selanjutnya. Tujuan dari pelaksanaan studi ini adalah untuk: (1) mendeteksi virus AI (H5) pada tingkat peternakan itik free-range, (2) menentukan seroprevalensi virus AI pada peternakan itik free-range, dan (3) menggambarkan tingkat pengetahuan peternak itik free-range terhadap penyakit AI; di Kabupaten Tangerang, Subang dan Indramayu.

Studi ini dilaksanakan dalam waktu 5 (lima) bulan, dimulai pada akhir bulan Oktober 2008 hingga akhir bulan Maret 2009. Lokasi pelaksanaan studi meliputi 3 (tiga) wilayah kabupaten yang tersebar di 2 (dua) provinsi, yaitu Kabupaten Tangerang (Provinsi Banten), Kabupaten Subang dan Kabupaten Indramayu (Provinsi Jawa Barat). Studi ini dilaksanakan dengan pengambilan sampel dan pengumpulan data melalui kuesioner dari peternak itik di masing-masing kabupaten. Jumlah peternak itik yang menjadi responden adalah 30 peternak dari masing-masing kabupaten, sehingga keseluruhan responden berjumlah 90. Sampel yang diambil berupa sampel usap kloaka, usap oropharyngeal dan serum darah. Ketiga jenis sampel tersebut diambil dari 30 ekor itik dari masing-masing peternakan. Pelaksanaan kegiatan di lapangan dilaksanakan secara bersamaan di masing-masing kabupaten pada tanggal 17-23 November 2008. Data lain yang diambil pada saat kegiatan lapangan adalah data letak lokasi peternakan yang diambil dengan menggunakan alat penerima Global Positioning System (GPS).

Sampel diuji di Laboratorium Virologi kerjasama Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH-IPB) dengan Colorado State University (CSU). Sampel usap kloaka dan usap oropharyngeal diuji terhadap keberadaan gen virus avian influenza dengan menggunakan teknik real time reverse transcriptase polymerase chain reaction (rRT-PCR), sedangkan sampel serum diuji dengan menggunakan Uji Haemaglutination Inhibition (HI Test) atau Agar Gel Immunodiffusion (AGID). Data hasil pengujian laboratorium dan kuesioner dianalisa secara deskriptif. Data koordinat peternakan yang terlibat dalam studi ditampilkan dalam tampilan spasial.