Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Thursday, 18 January 2018
GIS_1

Geospatial Technologies in Epidemiology and Incident Management Training

Sabtu, 27 Oktober 2007

Pelatihan “Geospatial Technologies in Epidemiology and Incident Management” merupakan langkah awal pelaksanaan Pilot Proyek Pengendalian Flu Burung di Tangerang yang diinisiasi oleh KOMNAS FBPI (Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza) bekerjasama dengan USDA (United States Department of Agriculture) dan Sekretariat Pilot Proyek Tangerang.

Tujuan dari pelatihan ini adalah: 1) Mempersiapkan seluruh staf yang tergabung dalam Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan untuk dapat bersama-sama bekerja mengumpulkan berbagai informasi dan data dasar Kota Tangerang yang akan berguna untuk mempersiapkan Kota Tangerang sebagai Pilot Proyek Pengendalian Flu Burung, 2) Mempersiapkan staf atau petugas lapangan menjadi tenaga yang siap dan terampil mengumpulkan data atau mengambil titik-titik koordinat dengan menggunakan alat penerima GPS (Global Positioning System), 3) Mempersiapkan staf atau petugas penerima data menjadi tenaga yang siap dan terampil dalam mengolah data yang diperoleh dari lapangan, menampilkan data dalam bentuk spasial sehingga data-data yang diperoleh dapat menjadi data yang informative, dan 4) Mempersiapkan petugas lapangan dan staf yang terampil yang nantinya akan dilibatkan dalam Base Line Survey di Kota Tangerang.

Geospatial Technologies in Epidemiology and Incident Management TrainingPelatihan yang dibuka secara resmi oleh drh. Tri Satya Putri Naipospos, MPhil., PhD (Wakil Ketua Harian II KOMNAS FBPI) diselenggarakan di Hotel Imperial Aryaduta Tangerang pada tanggal 22-28 Oktober 2007 dengan dibimbing oleh dua orang instruktur, yaitu Dr. Jerome E. Freier (Pusat Epidemiologi dan Kesehatan Hewan, Departemen Pertanian Amerika) dan Priscilla L. Fitzmaurice (Pusat Epidemiologi dan Kesehatan Hewan, Departemen Pertanian Amerika).

Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua Modul, yaitu Modul I dan Modul II. Modul I diselengarakan bagi para petugas lapangan yang diharapkan akan secara langsung aktif menggunakan alat penerima GPS untuk mengambil data atau titik-titik koordinat di lapangan. Modul II diselenggarakan bagi para petugas yang bertugas menerima data dari lapangan dan mengolahnya untuk ditampilkan dalam bentuk spasial.

Kegiatan pelatihan dalam setiap modul merupakan kombinasi kegiatan perkuliahan atau penyampaian materi di dalam kelas, praktek lapangan atau praktek langsung pengolahan dan penampilan data, serta latihan-latihan soal. Diskusi dilakukan secara langsung di dalam setiap sesi penyampaian materi atau praktek langsung.

Peserta pelatihan Modul I terdiri dari 48 (empat puluh delapan) orang, yang terdiri atas peserta dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia baik di tingkat pusat maupun di lingkungan wilayah tugas Kota Tangerang, peserta dari sekretariat pusat Pilot Proyek Flu Burung di Kota Tangerang, dan peserta dari Dinas Pertanian Kota Tangerang. Peserta Pelatihan Modul II terdiri dari 15 (lima belas orang) orang, yang terdiri atas peserta dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia, peserta dari Direktorat Kesehatan Hewan Departemen Pertanian RI, peserta dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Kota Tangerang, peserta dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Kabupaten Tangeramg dan peserta dari KOMNAS FBPI dan lembaga swadaya masyarakat bidang kesehatan hewan dan keamanan pangan (CIVAS).

Pelatihan tersebut ditutup secara resmi kembali oleh drh. Tri Satya Putri Naipospos, MPhil, PhD dengan harapan besar bahwa seluruh peserta dapat menerapkan apa yang telah diperoleh selama pelatihan untuk digunakan sebagai dasar pengetahuan dalma melaksanakan rencana berikutnya yaitu pelaksanaan Base Line Survey di Tangerang. Hasil evaluasi secara umum dari peserta terhadap kegiatan ini adalah bahwa peserta mengharapkan adanya pelatihan secara kontinyu disertai kerjasama pengadaan perlatan dasar yang dibutuhkan untuk menerapkan pengetahuan yang telah mereka dapatkan selama pelatihan dalam pekerjaan mereka sehari-hari.***