Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Friday, 20 October 2017
lbm-tangerang

Pasar Unggas Hidup

Kamis, 3 Mei 2007

Pasar sebagai tempat bertemunya manusia dan unggas berpotensi menjadi sumber penyebaran virus AI pada unggas atau bahkan menular dari unggas ke manusia. Oleh karena itu, pengendalian virus Avian Influenza di pasar adalah komponen yang penting dalam mengendalikan AI di Indonesia. Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Pandemi Influenza (Komnas FBPI) bekerjasama dengan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) dan Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) melaksanakan serangkaian Pleno dan Lokakarya mengenai Pasar Unggas Hidup untuk mendukung pengendalian virus AI.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diaplikasikan dan/atau diujicobakan pada tingkat nasional, provinsi, kabupaten, dan desa serta juga untuk mendorong industri perunggasan dan pemerintah pusat dan daerah untuk mengadopsi peraturan-peraturan praktis yang akan meningkatkan pencegahan penyakit (biosekuriti), deteksi (surveilans), dan tanggap darurat terkait dengan perdagangan dan usaha perunggasan. Diharapkan kegiatan ini juga dapat menghasilkan dan merekomendasikan contoh aktif pencegahan, deteksi, dan pengendalian AI di pasar unggas hidup/tradisional (termasuk pemasok, transportasi, dan distributor) kepada pemerintah pusat, provinsi, dan industri perunggasan. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari di Medan pada 27 – 29 Maret 2007, Surabaya pada 24 – 26 April 2007, dan Bali pada 1 – 3 Mei 2007. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Tangerang pada September 2006. Pleno dan Lokakarya Pasar Unggas Hidup dibuka oleh perwakilan dari pemerintah Amerika Serikat, Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Pandemi Influenza (Komnas FBPI) dan pemerintah provinsi.

Hari pertama kegiatan diisi dengan presentasi dari beberapa pembicara domestik dan luar negri. Para pembicara terdiri dari perwakilan dari pemerintah provinsi, Departemen Pertanian Republik Indonesia, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Departemen Perdagangan Republik Indonesia, dan Yayasan Yudisthira Swarga (LSM yang bergerak di bidang kesejahteraan hewan). Pembicara asing berasal dari FAO, USDA, Departemen Pertanian Vietnam, International CHF, Biro Kesehatan Hewan dan Tumbuhan Filipina, Departemen Kesehatan Thailand, dan Biro Inspeksi dan Karantina Kesehatan Hewan dan Tumbuhan Taiwan. Di hari kedua, peserta lokakarya mengadakan kunjungan ke pasar untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan penanganan unggas di pasar. Setelah kunjungan pasar, peserta lokakarya mengadakan diskusi kelompok hingga hari ke tiga. Diskusi bertujuan untuk memformulasikan sebuah rencana kerja untuk membantu usaha pengendalian penyebaran Avian Influenza.

Kegiatan Pleno dan Lokakarya Pasar Unggas Hidup di Medan menghasilkan beberapa rekomendasi yaitu pembentukan pasar unggas sehat, pembuatan peraturan dan pedoman standar untuk contoh pasar unggas dan replikasi, dan pengembangan contoh rumah potong unggas (skala kecil yang memenuhi standar higiene sanitasi). Hasil lokakarya kemudian akan ditindaklanjuti oleh peserta dari berbagai institusi.

Salah satu rekomendasi dari Pleno dan Lokakarya Pasar Unggas Hidup di Surabaya adalah memutuskan pilot proyek pasar sehat dan pasar unggas sehat di kota Surabaya dimulai pada Juli 2007, sementara rekomendasi dari Pleno dan Lokakarya Pasar Unggas Hidup di Denpasar terdiri dari rencana jangka pendek dan jangka panjang. Rencana jangka pendek diantaranya sosialisasi, penataan pasar (lokasi/zoning, penggunaan kandang terpisah untuk jenis unggas yang berbeda, penggunaan keranjang plastik) dan pengkajian potensi pasar (identifikasi pedagang, pemasok, pemotong unggas, peternak, sarana dan prasarana), sementara dalam rencana jangka panjang adalah relokasi pasar unggas hidup dan implementasi surat keterangan kesehatan hewan.

Peserta dalam kegiatan ini merupakan perwakilan dari beberapa institusi yang terkait dengan pengendalian AI terutama di pasar. Peserta terdiri dari perwakilan dari Departemen Pertanian, Departemen Kesehatan, Departemen Perdagangan, Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Pandemi Influenza (Komnas FBPI), Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS), Dinas Peternakan provinsi dan kabupaten/kota, Dinas Kesehatan provinsi, asosiasi perunggasan, peternak, dan pedagang unggas.