www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Wednesday, 16 January 2019
Situasi Rabies P Nias 2010-2017

BeritaMinggu, 13 Januari 2019

Kepulauan Nias Kekurangan Vaksin Rabies

Gunungsitoli — Kepulauan Nias di Sumatera Utara kekurangan vaksin rabies. Padahal, daerah tersebut merupakan daerah endemik rabies. Ada sekitar 40.000 anjing di pulau tersebut. Namun, hanya 5.000 dosis vaksin rabies yang tersedia setiap tahun.

“Tiga warga di Kepulauan Nias meninggal pada tahun 2018 akibat penyakit rabies atau lyssa. Pemerintah harus meningkatkan vaksinasi rabies di Nias agar peristiwa ini jangan terjadi lagi,” kata anggota Dewan Perwakilan Daerah RI asal Sumut Parlindungan Purba di Kota Gunungsitoli (12/1).

Berita

Situasi Rabies P Nias 2010-2017

Kepulauan Nias Kekurangan Vaksin Rabies

Minggu, 13 Januari 2019

Gunungsitoli — Kepulauan Nias di Sumatera Utara kekurangan vaksin rabies. Padahal, daerah tersebut merupakan daerah endemik rabies. Ada sekitar 40.000 anjing di pulau tersebut. Namun, hanya 5.000 dosis vaksin rabies yang tersedia setiap tahun.

“Tiga warga di Kepulauan Nias meninggal pada tahun 2018 akibat penyakit rabies atau lyssa. Pemerintah harus meningkatkan vaksinasi rabies di Nias agar peristiwa ini jangan terjadi lagi,” kata anggota Dewan Perwakilan Daerah RI asal Sumut Parlindungan Purba di Kota Gunungsitoli (12/1).

Seminar
Pelatihan
Riset
Diskusi
Workshop
Event Khusus
IMG_9770
Diseminasi Hasil Studi: Pendekatan Ecohealth untuk Pengembangan Strategi Penggunaan Antimikroba secara Bijak dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba pada Kesehatan Manusia, Hewan dan Lingkungan di Indonesia
Jumat, 30 Desember 2016

Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) pada hari Rabu, 14 Desember 2016 di Hotel Aston Simatupang Jakarta menyelenggarakan acara Diseminasi Hasil Studi terkait resistensi antimikroba yang berjudul “Pendekatan Ecohealth untuk Pengembangan Strategi Penggunaan Antimikroba secara Bijak dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba pada Kesehatan Manusia, Hewan dan Lingkungan di Indonesia”. Studi ini merupakan bagian dari program regional yang dilaksanakan oleh negara-negara yang tergabung dalam kerjasama Asia Partnership on Emerging Infectious Diseases Research (APEIR), yaitu Indonesia, China, Laos, Thailand dan Vietnam, dan didukung oleh International Development Research Center (IDRC). Studi ini dilaksanakan di 3 (tiga) kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Klaten, Sukoharjo dan Karanganyar daribulan September 2013 hingga September 2016.

lab_training_Subang
Pelatihan Penguatan Diagnostik Laboratorium Penyakit pada Unggas di Jawa
Rabu, 12 Desember 2012

Peran laboratorium dalam kegiatan surveillans dan monitoring, investigasi, serta diagnosa penyakit hewan sangat membantu dalam upaya penanggulangan penyakit hewan dan peningkatan kesehatan hewan di Indonesia

Konsul Jabar
Konsultasi Surveilans Antraks dan Brucellosis Kerjasama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Barat
Rabu, 12 April 2017

Antraks (radang limpa) dan Brucellosis (penyakit keluron) ditetapkan sebagai penyakit hewan menular strategis. Kedua penyakit tersebut merupakan penyakit prioritas yang ditetapkan oleh Direktorat Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian berdasarkan SK Menteri Pertanian No.4026/Kpts/OT.140/4/2013 tentang penetapan jenis penyakit hewan menular strategis.

20170313_125310
FGD pada Kajian Uji Media Komunikasi dan Advokasi Resistensi Antimikroba
Minggu, 30 April 2017

Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Kajian Uji Materi Komunikasi dan Advokasi Resistensi Antimikroba yang merupakan kerjasama dengan Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO). FGD ini dimaksudkan sebagai evaluasi kesesuaian konsep media sebelum diproduksi secara massal ke perwakilan kelompok target sasaran utama dan diharapkan dapat diterima disemua kalangan masyarakat di Indonesia.

lokakarya program pemberantasan rabies
Lokakarya Program Rencana Pemberantasan Rabies di Pulau Nias
Rabu, 5 Februari 2014

Pada tahun 2010 Pulau Nias ditetapkan statusnya sebagai daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies dengan jumlah korban mencapai 26 orang. Pemerintah telah melakukan beberapa program termasuk vaksinasi, eliminasi, dan kesadaran masyarakat untuk membebaskan Pulau Nias dari Rabies

WhatsApp Image 2018-02-11 at 15.23.05 (2)
Rapat Umum Anggota CIVAS ke-IV Tahun 2018
Rabu, 14 Februari 2018

Pada tanggal 10 – 11 Februari 2018, Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) menyelenggarakan Rapat Umum Anggota (RUA) yang ke-4 di Kantor CIVAS, Atang Senjaya, Kemang, Bogor. RUA ini merupakan perangkat organisasi tertinggi untuk pengambilan keputusan yang dilaksanakan rutin setiap 3 (tiga) tahun sekali. Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut sebanyak 13 orang terdiri dari 11 orang dari 22 anggota tetap yang terdaftar dan 1 (satu) orang anggota biasa serta 1 (satu) orang pendukung. Beberapa kegiatan yang dilakukan di dalam RUA adalah penilaian laporan pertanggungjawaban Badan Pengurus dan Badan Pelaksana, pembahasan perbaikan dan penetapan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), Rencana Strategis (Renstra) CIVAS, pemilihan dan penetapan Ketua dan Anggota Badan Pengurus dan Calon Direktur Eksekutif CIVAS Periode 2015-2017.

Publikasi

Newsletter Edisi 13
Newsletter Edisi 13_indo
Laporan BerkalaMinggu, 10 Januari 2016
Newsletter Edisi 12
Newsletter 12_Indo
Laporan BerkalaRabu, 22 Juli 2015

Opini

penemuan antibiotik baru

AGP or EGP

Data Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) mengenai tingkat pengetahuan dan sikap peternak ayam petelur tentang antibiotik dan resistensi menunjukkan 52,5% (rendah); 22,5% (sedang); dan 25% (tinggi). Sedangkan dasar pertimbangan penggunaan antibiotika di peternakan ayam petelur berturut-turut adalah pengalaman sendiri, rekomendasi Technical Service (TS), dan teman peternak lainnya. Rekomendasi/pertimbangan dari Petugas Dinas Peternakan tidak ada (nihil).

Mengenai praktek peternak ayam peterlur terkait penggunaan antibiotika, data CIVAS 55% menggunakan antibiotika sesuai dengan waktu yang ditentukan; 42,5% tidak sesuai; dan hanya 2,5% kadang-kadang sesuai.