Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Friday, 20 October 2017
peta-ntt

BeritaKamis, 11 Agustus 2016

Waspadai Ancaman Penyakit Ternak

Nusa Tenggara Timur – Dengan kekayaan padang sabana merupakan tempat yang cocok untuk pengembangan ternak besar, seperti kuda, sapi dan kerbau. Hal ini pula yang menjadikan wilayah ini disebut-sebut sebagai gudang ternak.

Namun pengembangan peternakan di wilayah ini selalu diikuti denngan berbagai penyakit pada ternak besar. Beberapa penyakit ternak besar yang masih ada di NTT antara lain brucellosis dan antraks. Namun kini muncul lagi penyakit SE (Septicaemia Epizootica) atau penyakit Ngorok.

Berita

Kalbar_paparan-kadis-pu-bappenas-28-nov-2011-6-728

Darurat Rabies Diperpanjang, dari 537 Kasus 7 Meninggal Dunia

Minggu, 9 Juli 2017

Sanggau, Kalbar – Kasus rabies masih menghantui Kabupaten Sanggau. Sejak Januari 2017, tercatat sebanyak 537 kasus gigitan. Tujuh orang di antaranya meninggal.

“Kasus itu menyebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Sanggau. Sudah masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB), SK-nya juga sudah diperpanjang Pak Bupati sampai November 2017,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau, Sarimin Minggu (8/7).

Seminar
Pelatihan
Riset
Diskusi
Workshop
Event Khusus
IMG_9770
Diseminasi Hasil Studi: Pendekatan Ecohealth untuk Pengembangan Strategi Penggunaan Antimikroba secara Bijak dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba pada Kesehatan Manusia, Hewan dan Lingkungan di Indonesia
Jumat, 30 Desember 2016

Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) pada hari Rabu, 14 Desember 2016 di Hotel Aston Simatupang Jakarta menyelenggarakan acara Diseminasi Hasil Studi terkait resistensi antimikroba yang berjudul “Pendekatan Ecohealth untuk Pengembangan Strategi Penggunaan Antimikroba secara Bijak dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba pada Kesehatan Manusia, Hewan dan Lingkungan di Indonesia”. Studi ini merupakan bagian dari program regional yang dilaksanakan oleh negara-negara yang tergabung dalam kerjasama Asia Partnership on Emerging Infectious Diseases Research (APEIR), yaitu Indonesia, China, Laos, Thailand dan Vietnam, dan didukung oleh International Development Research Center (IDRC). Studi ini dilaksanakan di 3 (tiga) kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Klaten, Sukoharjo dan Karanganyar daribulan September 2013 hingga September 2016.

lab_training_Subang
Pelatihan Penguatan Diagnostik Laboratorium Penyakit pada Unggas di Jawa
Rabu, 12 Desember 2012

Peran laboratorium dalam kegiatan surveillans dan monitoring, investigasi, serta diagnosa penyakit hewan sangat membantu dalam upaya penanggulangan penyakit hewan dan peningkatan kesehatan hewan di Indonesia

IMG_20170415_103755
Kajian Literatur mengenai Kendala Kesehatan Sapi Perah di Indonesia: Zoonosis dan Penyakit Lainnya yang Disebabkan Perubahan Iklim
Rabu, 1 Maret 2017

Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) bekerjasama dengan International Livestock Research Institute (ILRI) dan Koperasi Peternakan Susu Bandung Utara (KPSBU) Lembang melakukan studi “Kajian Literatur mengenai Kendala Kesehatan Sapi Perah di Indonesia: Zoonosis dan Penyakit Lainnya yang disebabkan Perubahan Iklim”. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan gambaran mengenai kendala-kendala pada peternakan sapi perah seperti penyakit, produksi yang berhubungan dengan iklim serta cara penanggulangannya.

20170313_125310
FGD pada Kajian Uji Media Komunikasi dan Advokasi Resistensi Antimikroba
Minggu, 30 April 2017

Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Kajian Uji Materi Komunikasi dan Advokasi Resistensi Antimikroba yang merupakan kerjasama dengan Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO). FGD ini dimaksudkan sebagai evaluasi kesesuaian konsep media sebelum diproduksi secara massal ke perwakilan kelompok target sasaran utama dan diharapkan dapat diterima disemua kalangan masyarakat di Indonesia.

lokakarya program pemberantasan rabies
Lokakarya Program Rencana Pemberantasan Rabies di Pulau Nias
Rabu, 5 Februari 2014

Pada tahun 2010 Pulau Nias ditetapkan statusnya sebagai daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies dengan jumlah korban mencapai 26 orang. Pemerintah telah melakukan beberapa program termasuk vaksinasi, eliminasi, dan kesadaran masyarakat untuk membebaskan Pulau Nias dari Rabies

Berita Event Khusus_Lokakarya DPM (10 Jun 16)
Lokakarya Kegiatan Manajemen Populasi Anjing (Dog Population Management Workshop)
Jumat, 10 Juni 2016

Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) pada hari Kamis-Jumat, 9-10 Juni 2016 berpartisipasi dalam Lokakarya Kegiatan Manajemen Populasi Anjing (Dog Population Management Workshop), yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Peternakan, Kementerian Pertanian dan Food and Agriculture Organization (FAO) Indonesia. Kegiatan ini berlokasi di Hotel Ibis Styles, Denpasar Bali (rie/fit).

Publikasi

Newsletter Edisi 13
Newsletter Edisi 13_indo
Laporan BerkalaMinggu, 10 Januari 2016
Newsletter Edisi 12
Newsletter 12_Indo
Laporan BerkalaRabu, 22 Juli 2015

Opini

Ibu Tata

Mempertanyakan Arah Kebijakan Perdagangan Ternak dan Produk Hewan

Sebagian di antara kita mungkin tidak mengira bahwa pemahaman terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam uji perkara Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang telah disampaikan ke publik pada 7 Februari 2017, bakal menjadi cukup rumit dan meninggalkan tanda tanya.