Vets for a Better Life
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Thursday, 24 September 2020
Kompas

BeritaKamis, 6 Agustus 2020

Menjaga Hutan, Mencegah Pandemi

Berkurangnya lahan hutan akibat aktivitas manusia memicu munculnya penyakit menular zoonosis yang berisiko menjadi pandemi. Risiko tersebut muncul karena hilangnya habitat dan berubahnya sistem ekologi. Menjaga keberlangsungan hutan menjadi upaya untuk mencegah terjadinya pandemi di masa depan.

Berita

Kompas

Menjaga Hutan, Mencegah Pandemi

Kamis, 6 Agustus 2020

Berkurangnya lahan hutan akibat aktivitas manusia memicu munculnya penyakit menular zoonosis yang berisiko menjadi pandemi. Risiko tersebut muncul karena hilangnya habitat dan berubahnya sistem ekologi. Menjaga keberlangsungan hutan menjadi upaya untuk mencegah terjadinya pandemi di masa depan.

Seminar
Pelatihan
Riset
Diskusi
Workshop
Event Khusus
IMG_0959
Atasi AMR, Dokter Hewan Menjadi Garda Terdepan
Selasa, 29 Januari 2019

Bogor – Antimicrobial Resistance (AMR) masih menjadi isu global yang terus menjadi perhatian banyak pihak. Fenomena ini tidak hanya terjadi di manusia, tetapi juga pada hewan dan lingkungan. Hal ini terjad akibat penggunaan antibiotik yang berlebihan, tidak bjak dan tidak bertanggung jawab.

Hal tersebut mendasari Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) melaksanakan seminar dan dialog “Pendekatan One Health dalam Upaya Mengatasi Meningkatnya Ancaman Resistensi Antimikroba (AMR)”, Sabtu (1/12).

lab_training_Subang
Pelatihan Penguatan Diagnostik Laboratorium Penyakit pada Unggas di Jawa
Rabu, 12 Desember 2012

Peran laboratorium dalam kegiatan surveillans dan monitoring, investigasi, serta diagnosa penyakit hewan sangat membantu dalam upaya penanggulangan penyakit hewan dan peningkatan kesehatan hewan di Indonesia

Konsul Jabar
Konsultasi Surveilans Antraks dan Brucellosis Kerjasama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Barat
Rabu, 12 April 2017

Antraks (radang limpa) dan Brucellosis (penyakit keluron) ditetapkan sebagai penyakit hewan menular strategis. Kedua penyakit tersebut merupakan penyakit prioritas yang ditetapkan oleh Direktorat Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian berdasarkan SK Menteri Pertanian No.4026/Kpts/OT.140/4/2013 tentang penetapan jenis penyakit hewan menular strategis.

20170313_125310
FGD pada Kajian Uji Media Komunikasi dan Advokasi Resistensi Antimikroba
Minggu, 30 April 2017

Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Kajian Uji Materi Komunikasi dan Advokasi Resistensi Antimikroba yang merupakan kerjasama dengan Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO). FGD ini dimaksudkan sebagai evaluasi kesesuaian konsep media sebelum diproduksi secara massal ke perwakilan kelompok target sasaran utama dan diharapkan dapat diterima disemua kalangan masyarakat di Indonesia.

lokakarya program pemberantasan rabies
Lokakarya Program Rencana Pemberantasan Rabies di Pulau Nias
Rabu, 5 Februari 2014

Pada tahun 2010 Pulau Nias ditetapkan statusnya sebagai daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies dengan jumlah korban mencapai 26 orang. Pemerintah telah melakukan beberapa program termasuk vaksinasi, eliminasi, dan kesadaran masyarakat untuk membebaskan Pulau Nias dari Rabies

Kurban Kodrat
Pemeriksaan Hewan Kurban 1441 H untuk Penjaminan Keamanaan Konsumsi Masyarakat
Minggu, 2 Agustus 2020

Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) secara rutin turut berpartisipasi dalam pemeriksaan hewan kurban sebagai salah bentuk pengabdian masyarakat. Wabah Covid-19 tidak menjadi halangan petugas untuk membantu Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor dalam mengawasi pemotongan hewan di hari raya Idul Adha 1441 H. Petugas CIVAS tahun ini diwakili oleh Drh Kodrat Zulfikar Baskoro dan Nofita Nurbiyanti, SKH dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam melakukan tugasnya.

Opini

2019-12-02 Tata Naipospos

Antisipasi dan Respon Wabah ASF

African Swine Fever (ASF) atau penyakit demam babi adalah suatu penyakit menular penting yang hanya menjangkiti spesies babi dan tidak menular ke manusia. Notifikasi penyakit ini ke Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) sifatnya wajib, karena menyebabkan tingkat kematian yang tinggi serta dampak sanitasi dan sosio-ekonomi yang besar terhadap perdagangan internasional babi dan produk babi.